KAMU

Rabu, 22 Februari 2012 09.26 Diposting oleh ......Windy astuti..... 2 komentar
kamu..
kamu itu bisa buat aku tersenyum, kamu itu bisa buat aku cemberut, kamu itu bisa buat aku menangis, kamu itu bisa buat nyaman saat sama kamu, kamu itu bisa buat aku cemburu, kamu bisa buat aku selalu pengen ada disamping kamu, kamu itu bisa buat aku bahagia, tapi yang aku ga tau apa kamu buat aku merasa jatuh cinta ? kamu kadang cuma bisa bikin aku merasa jadi special buat kamu tapi terkadang juga merasa jadi jadi orang biasa buat kamu. saat kamu tersenyum dunia itu terasa terhenti dan rasanya aku hanya ingin melihat senyum kamu. senyum kamu itu bahagia hatiku, senyum kamu ceria untukku, senyum kamu itu pelepas dahaga aku, senyum kamu itu segalanya buat aku, cukup seenyum kamu yang sembuhin luka hati aku. tapi aku masih ragu apa aku bisa jadi obat untuk luka hati kamu. kamu itu selalu menghantui fikiran aku, kamu itu lari-lari terus di fikiran aku, kamu itu menuhin isi otak aku, aduuuuh kamuu itu maunya apa si !!
entah dari mana, dari kapan, dari siapa dan bagaimana aku bisa menyayangi kamu aku tak pernah sadar, aku tak pernah tahu, aku mencoba menepis semua rasa ini, tapi jawabannya aku mulai menyayangi kamu. kadang aku tlah sampaikan isyarat hati kepadamu namun kamu tidak menyadarinya. entah kenapa aku ingin kamu buka hati kamu buat aku. meski aku bukan dia dan tak akan pernah bisa jadi dia, aku tulus dengan hati yang ikhlas menyayangimu. kamu aku ingin kamu tau.
kamu.. kamu.. kamu.. buat aku selalu dag dig dug, buat aku gelisah, buat aku kecewa, buat aku tersenyum.

lirik lagu Matthew Sayersz - Bukalah Hati

Selasa, 21 Februari 2012 09.28 Diposting oleh ......Windy astuti..... 0 komentar
Matthew Sayersz - Bukalah Hati

belum juga engkau sadari
aku merasa memiliki
waktu buatlah dia mengerti
apalah yang ada di hati

berikan aku cinta
sekali tuk selamanya
ku jaga dalam ruang hati ini seutuhnya

terlukis di jiwaku
indah bersamamu
bukalah hatimu untukku
hooo....

kala sunyi aku sendiri
yakin hayalku kan berakhir
kadang terasa isyaratku
kau kan hadir di sisiku

berikan aku cinta
sekali tuk selamanya
ku jaga dalam ruang hati ini seutuhnya
terlukis di jiwaku
indah bersamamu
bukalah hatimu
buka hatimu untukku..

#NB : video clip ini matthewnya bahagia, terbawa suasana bahagia jadinya ^_^"

perasaan

Rabu, 01 Februari 2012 08.18 Diposting oleh ......Windy astuti..... 0 komentar
perasaan, isyarat hati tentang apa yang kita rasakan. Allah memberikan kita rasa kasih sayang agar kita saling menyayangi satu sama lain. agar kita peduli kepada orang lain, dan agar kita mendapatkan pasangan hidup dengan rasa kasih dan sayang Allah berikan. wanita adalah makhluk tuhan yang memiliki perasaan yang halus, sehingga kadang wanita adalah manusia yang sering kali tersakiti hatinya karna terluka( it's my experience). setiap orang pasti pernah terluka, tidak terkecuali gue, temen-temen gue, atau orang orang yang sedang berjalan diluar sana.
suka itu relatif, tp sayang itu mutlak, dan ketika lu bisa menikmati rasa suka lu sama seseorang itu pasti nantinya akan timbul rasa sayang.

memilih jujur atau....

Selasa, 31 Januari 2012 09.18 Diposting oleh ......Windy astuti..... 0 komentar
kali ini gue mau berceloteh sedikit tentang 2 pilihan :
1. lebih milih engga jujur tapi sikonnya akan tetep kondusif/nyaman nyaman aja
2. lebih milih jujur tapi sikonnya pasti berubah jadi ga kondusif/ga nyaman pasti

kadang jujur memang harus dikedepankan, karna segala sesuatu yang diakui dengan kejujuran akan melegakan, seperti halnya saat kamu harus jujur kalo kamu lagi kebelet pup dan udh cepirit duluan di celana pasti harus cepet cepet nyari WC buat bersih bersih #upps. sedikit bumbu sebelum memulai pembahasan buat celoteh kali ini :). jujur emang harus tapi sebagai manusia kita juga harus tau sikon dan kondisi yang bagaimana, saat apa, dan kenapa kita harus jujur.
gue udah survey ke beberapa orang kawan rekan sejawat teman sahabat yang masih ada di wilayah sekitarnya. pada prinsipnya itu balik ke pandangan hidup orang itu masing masing, balik lagi kepada bagaimana orang itu memandang kejujuran yang sangat hakiki atau mengedepankan perasaan agar tidak ada yang tersakiti. kalo bicara soal agama, islam lebih kongkritnya, karna agama gue islam, dalam islam di wajibkan kita untuk selalu bersikap jujur, karna jujur adalah salah satu sifat rosulullah yang patut kita teladani. akan tetapi di dalam islam juga diajarkan untuk menjaga perasaan orang lain agar tidak ada yang merasa tersakiti. jadi dalam islam itu seperti apa !! harus bagaimana ?? . islam itu tidak pernah mempersulit kita, malah islam itu agama yang memudahkan kita untuk berbuat kebaikan dan pahala. semua yang islam ajarkan adalah ajaran yang membawa kita pada kebaikan di dunia maupun di akhirat nnti. jujur dan tidak menyakiti hati orang lain itu adalah hal baik, jasi selama jujur itu membawa dampak negatif lebih baik di hindari, jujur yang membuat orang lain nntinya sakit hati hati dengan perkataan kita atau jujur dapat merusak hubungan tali silaturahmi maka lebih baik kita urungkan niat kita untuk jujur menjadi DIAM. karna sesungguhnya Allah mendengarkan diam dalam kebaikan.
konflik dari pilihan itu biasanya terjadi pada teman, sahabat, saudara, atau mungkin pacar. kita sebagai pribadi yang dewasa pasti bisa memilih dengan bijak pilihan mana yang akan kita pilih. dan belajar dari buku yang pernah gue baca " jika kita tidak bisa menjadi sempurna, maka ada baiknya menghindari menunutut kesempurnaan dari orang lain. kita sering merasakan kecewa karna kita sering kali menuntut lebih dari orang lain. jadi agar kita tidak sering dikecewakan janganlah menuntut sesuatu atau apapun dari orang lain, jadilah pribadi yang bersyukur dengan apa yang Allah berikan untuk dapat menjadi yang lebih baik lagi. berdoalah dalam sujud agar kita selalu diberi kemudahan dalam memutuskan segala urusan yang ada di dunia. karna sesungguhnya Allah pasti mendengar doa para umatnya, tinggal bagaimana kita sebagai manusia menjalankan keikhlasan, kesabaran, ikhtiarnya, dan selalau bertawakal. karna itu janji Allah, dan sungguh janji Allah itu nyata. SEMANGKAA !! (semangkaa = semangat karna Allah)
Ya cukup sekian celoteh gue tentang jujur atau.... semua kembali kepada pandangan hidup masing-masing manusianya.

SANG MERCUSUAR

08.25 Diposting oleh ......Windy astuti..... 0 komentar
Lilin akan habis dengan sendirinya ketika api habis membakar dirinya. dia memberikan cahaya semampunya dan hilang ketika dia tidak mendapati bagian tubuhnya yang layak untuk dibakar menjadi cahaya. Lilin tetaplah lilin, ketika api menyala maka satu per satu bagian tubuhnya akan meleleh, mati dan digantikan dengan lilin yang lainnya. dia memberikan cahaya meskipun suatu saat akan redup, berbeda dengan mrcusuar.
mari disimak, mercusuar adalah bangunan yang kokoh berdiri menghadap kelautan atau bahkan di tengah lautan. Terkadan dia diterpa badai angin atau mungkin hantaman amuk ombakdi saat pasang. Namun apapun kondisinya dia tetap tegak memberikan cahayanya. tidak dapat dihitung berapa nelayan dan nahkoda yang tertolong karena cahayanyadi malam hari, kalaupun tidak ada perahu atau kapal yang berlayar dia akan tetap memberikan cahayanya.
Dia(mercusuar) menjadi sangat bermanfaat bagi lalu lintas laut dan samudra yang luas. dia menjadi bermanfaat untuk para nelayan yang mengais rezeki demi menafkahi keluarganya. dia menjadi penting bagi urusan perjalanan banyak orang yang memilih jalur laut dari satu tempat ke tempat lainnya. dia pun semakin bermakna karena cahayanya menjadikan laut yang gelap nampak bercahaya, menemani peran bulan purnama sebagai rahmat Allah bagi mereka yang mencari rezeki di malam hari.
para pembaca budiman kita bisa belajar dari konsep pengabdian mercusuar. kekokohannya meskipun diterpa angin malam dan dihantam ombak menjadi intropeksi bagi masing masing kita akan nilai kesabaran yangn disiapkan untuk sebuah perjuangan kehidupan. cahaya yang diberikan meski ada.tidaknya kapal dan perahu yang berlayar menyiratkan makna ikhlas yang harusnya dibangun dalam diri kita, melakukan kebaikan meskipun ada/tidaknya orang yang melihat.
adapaun mersuar mungkin sangat sederhana baik wujud maupun letaknya tapi memiliki peran yang sangat bermanfaat bagi aktifitas kelautan. cahayanya menjadi penting meskipun wujudnya tidak terlalu penting untuk dilihat, semakin penting cahayanya maka manusia menyusun sistem energi agar dia terus bisa memberi manfaatnya.
manusia pun demikian, manusia yang baik adalah manusia yang memiliki peran penting untuk sesamanya. semakin sering memberikan manfaat maka semakin sering pulalah keberadaannya dibutuhkan oleh orang-orang disekitarnya. bahan energi manusia adalah pada akal dan ilmunya maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya dan bertebaranlah di muka bumi untuk memberikan manfaat bagi sesama. *hh*

#tulisan ini saya ambil dari buku TUHAN TIDAK TIDUR karya Havabe Dita Hijratullail Jimmy Wahyudi Bharata Al Kalam

kisah nyata : AKU MENUNGGUMU

Selasa, 17 Januari 2012 05.38 Diposting oleh ......Windy astuti..... 0 komentar

Afwan (maaf) Ukhti[1], semoga ini tidak melukai Anti [2] dan keluarga Anti . Ana [3] pikir sudah saatnya Anamemberi keputusan tentang “proses” kita. Ya…, seperti yang Anti ketahui bahwa selama ini Ana telah berusaha melobi orang tua dengan beragam cara mulai dari memahamkan konsep nikah “versi” kita, memperkenalkan Anti pada mereka hingga melibatkan orang yang paling ayah percaya untuk membujuk ayah agar mengizinkan Ana untuk menikahi Anti .”

“Namun hingga sekarang nggak ada tanda-tanda mereka akan melunak, jadi menurut Ana…, sebaiknya Anamundur saja dari “proses” ini!” Dana diam sejenak untuk menunggu respon dari seberang, tapi hingga beberapa detik tidak ada tanggapan. “Perlu Anti ketahui bahwa orang tua Ana sebenarnya sudah tidak keberatan dengan Anti hanya saja Timing-mya (waktu) belum tepat. Ayah Ana khawatir Ana tidak mampu menafkahi Anti jika belum bekerja. Apalagi Anti juga masih kuliah. Jadi Ana rasa, ahsan (lebih baik) kita nggak komitmen dulu hingga keadaannya membaik! Anti nggak keberatan kan Ukhti?”

“Keberatan…? Alhamdulillah nggak! Namun kalau Ana boleh kasih saran, apa tidak lebih baik kalau kita terus melobi sambil tetap proses saja. Soalnya kan kita sudah mantap satu sama lain, nggak enak kalau mundur di saat seperti ini. Apalagi permasalahannya sudah mulai mengerucut ke arah ma’isyah (penghasilan) saja.

Anta [4] pasti masih ingat gimana sulitnya awal kita membujuk orang tua, rasanya semua kriteria kita ditolak. Segala keterbatasan kita jadi aib yang sangat besar, pokoknya semua jalan sepertinya sudah tertutup rapat. Namun kenyataannya hanya dalam waktu 2 minggu kita bisa menghilangkan semua syarat menjadi satu syarat saja: PEKERJAAN!”

Dini, gadis tegar itu akhirnya bicara juga. “Akhi [5]…,kita hanya tinggal selangkah, tetaplah ber-ikhtiar dan jangan putus asa. Bukankah Allah Maha membolak-balikkan hati?”

“Benar, Ana paham soal itu, Ana memang akan tetap melobi orang tua Ana, akan tetapi kalau kita terikat, Ana khawatir menghalangi Anti proses dengan ikhwan lain yang lebih selevel dibanding Ana. Lagi pula Ana khawatir tidak bisa menjaga hati”.

“Takut menghalagi Ana untuk proses dengan ikhwan lain? Itu kan urusan Allah bukan urusan Anta! Kewajiban Anta sekarang adalah berjuang mempertahankan sesuatu yang Anta sudah mantap dengannya. Hasil istikharah itu nggak mungkin salah. Tinggal bagaimana cara kita mengaplikasikannya saja.”

Hening sejenak….

“Ya….tapi kalau memang Akhi sudah merasa syak (ragu) terhadap Ana dan mantap untuk mundur, Alhamdulillah. InsyaAllah Ana akan dukung sepenuhnya”.

“Nggak!!” Reflek Dana berteriak.

Astaghfirullahaladzim, Afwan (maaf) maksud Ana, Ana sama dengan keluarga Ana sudah tidak syak pada Anti , kami sangat menyukaiAnti dan keluarga Anti . Selain itu Ana juga takut perasaan ini semakin mendalam, Ana ini hanya hamba yang dhaif (lemah) yang masih kesulitan mengekang hawa nafsu”.

Dana berhenti lagi, dadanya terasa sesak, air matanya mengalir semakin deras. Jauh di dalam hatinya, sesungguhnya ia merasa malu pada Allah atas kelalaiannya, jatuh cinta!

“Halo…!!” Dini merasa Dana diam terlalu lama. Dia tidak tahu kalau pemuda itu sedang menangis. Tapi dia mengerti apa yang sedang terjadi padanya. “Ya udah…, kalau begitu sekarang kita sepakat untuk membatalkan “proses” ini!!! Setelah ini insyaallah kita tidak akan lagi berhubungan kecuali untuk keperluan syar’i yang sangat darurat, iya kan?”

Dini sengaja memberi jeda agar Dana bicara, tapi ikhwan itu memilih terus diam “Akhi …kita tetap baik ya! Hubungan dengan keluarga harus tetap dijaga, jangan suudzdzon pada ayah dan bunda karena bisa jadi keputusan mereka adalah salah satu dari jalan Allah untuk menguji kita”. Dini berhenti lagi tapi Dana masih enggan berkomentar.

“Laa Tahzan, ya Akhi …, insyaallah kalau kita niatkan semuanya demi keridhaan Allah, maka Dia akan mencatat bagi kita pahala yang besar. Afwan jika selama proses ta’aruf ini…Ana, teman-teman, dan keluarga Ana banyak melakukan kekhilafan. Ana mewakili mereka dan diri Ana sendiri untuk memohon maaf pada Anta. Bersabarlah karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar…” Samar, Dini mendengar isak tangis di seberang. Dia nyaris tidak percaya…

“Semoga ini bisa menjadi mahar cinta kita pada Allah dan semoga Akhi mendapat ganti yang lebih baik…’ Amin.”

Suara isak tangis makin terdengar jelas.

Akhi …kalau sudah nggak ada yang perlu dibicarakan lagi, tafadhal (silahkan) diakhiri!”

Tidak ada tanggapan.

“Halo…!!?. Ya udah, kalau gitu biar Ana yang tutup telponnya, ya…?”

Sepi.

“Assalamualaikum!” “Klik”.

Percakapan diantara mereka berakhir, tapi Dana baru menyadarinya. Dia segera bergegas wudhu dan shalat. Jujur, sebenarnya dia sudah sangat mantap dengan mantan calon istrinya itu…Namun dia tidak yakin dapat membahagiakan akhwat itu kalau dirinya belum bisa menafkahi dengan layak.

Padahal Dini dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka sangat wellcome padanya. Ah…,mungkin ini sudah takdirnya. Mungkin Allah melihat bahwa akhwat itu terlalu baik utnuk dirinya. Mungkin seharusnya akhwat sekaliber dia, mendapatkan ikhwan yang jauh lebih baik dari dirinya. Dia benar-benar merasa tidak level!!

“Ya…, ikhwan lemah sepertiku, mana mungkin mendapatkan seorang Dini. Populer tapi tetap rendah hati, tegar, bijaksana, wara’, zuhud, qanita, qanaah…Pokoknya semua sifat baik ada padanya. Sedangkan aku, semoga aku nggak akan menyakiti akhwat lain setelah ini.”

Astaghfirullahaladzim…, apa yang telah kusombongkan selama ini? Sudah ikut mulazamah (berguru dengan ustadz) bertahun-tahun tapi masih belum berani mengamalkan ilmu yang kudapat sedikit pun. Katanya percaya bahwa orang yang menikah pasti akan dijamin rezekinya oleh Allah, ternyata aku nggak lebih hanya seorang ikhwan pengecut.

Dana tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri. Dia benar-benar merasa tak berarti.

“Dulu…., aku pernah begitu khusyu’ berdoa pada Allah agar dipertemukan dengan akhwat shalihah yang nggak banyak permintaan seperti dia. Sekarang ketika sudah dapat, malah kusia-siakan. Kini aku sadar bahwa Allah selalu mengabulkan permohonan hamba-Nya. Manusialah yang selalu kufur terhadap rabb-nya.”

Di tempat yang berbeda, Dini menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Dia tetap ceria seperti biasanya. Ya…, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Kecewa? Jelas ada, karena dini juga hanya manusia biasa. Namun dia bisa mengemas kekecewaannya dengan manis, membuat kesedihannya menjadi sesuatu yang lumrah dari proses kehidupan.

Dia percaya bahwa hatinya tidak mungkin berbohong dan janji Allah pasti terjadi. Maka sesulit apapun kondisi yang dihadapi saat itu, dia mencoba untuk tetap tersenyum. Jujur, aku bangga padanya.

“Aku sudah mantap dengannya, kak. Aku yakin dialah jodohku. Aku akan terus menunggunya…”

Sepekan kemudian, Dana menitipkan biodata ikhwan lain yang merupakan teman dekatnya untuk diberikan pada Dini. Menurutnya,Ikhwan itu bisa membahagiakan Dini karena sudah matang dan punya pekerjaan tetap. Jelas, Aku Tahu bahwa pendapatnya keliru.

Dini bukan mengharap ikhwan yang matang dan mapan. Dia hanya mengikuti kata hatinya saja. Diniku tidak akan bahagia hanya dengan harta dan tahta. Namun, tak urung diterima juga biodata itu. Dan bisa ditebak, bagaimana reaksi Dini saat kuberikan empat lembar kertas berukuran A4 itu. Dini menggelang pasti.

Anti coba istikharah-kan dulu. Barangkali semuanya bisa berubah…,” bujukku.

Jazakumullah khair, tapi…Afwan tolong jangan paksa Ana, Kak!”

Ikhwan fillah, mungkin sebagian Anda akan menganggap Dana sebagaimana penilaian Dana terhadap dirinya sendiri. Pengecut, jahil, dan sifat-sifat buruk yang lainnya. Tapi bagi saya, Dana tidaklah seburuk itu, justru sebaliknya, Dana dalam pandangan saya adalah ikhwan yang baik.

Dia berani mengambil resiko dengan mundur dari proses dan memilih untuk bersabar melawan nafsunya. Padahal kalau dia mau, dengan sikap Dini yang penurut, dia bisa minta untuk tetap meneruskan hubungan dengan gadis pilihannya itu. Namun dia tahu bahwa di atas segalanya, Allah-lah yang patut utnuk lebih dicintai.

Dana yakin bahwa jodoh adalah kekuasaan Allah dan Dia tetah menetapkannya 50 ribu tahun sebelum semesta ada. Dia tahu kalau jodoh pasti akan ketemu lagi, bagaimanapun caranya. Mungkin Dini tidak akan pernah tahu kalau biodata yang kusodorkan kemarin adalah kiriman Dana.

Mungkin Dana juga tidak akan pernah tahu kalau ternyata Dini akan terus menunggunya. Dan mereka juga tidak boleh tahu bahwa diam-diam aku selalu mendoakan kebaikan untuk mereka. Entah bagaimana ending kisah ini nantinya, yang pasti aku selalu berharap agar masing-masing dari mereka mendapatkan ganti yang lebih baik. Segera…..


Foot Note

[1] Saudariku

[2] Kamu (Perempuan)

[3] Aku

[4] Kamu (Laki-laki)

[5] Saudaraku

Kisah Nyata Majalah Nikah Volume 4/11/2005

https://maramissetiawan.wordpress.com/2007/08/14/kisah-nyata-aku-menunggumu/